Kamis

Naruto Shippuuden 119 (anime) ; kehidupan anak lelaki di medan Tempur part 1

NB: Untuk mendownload videonya klik disini untuk mendapatkan link downloadnya
*************************************************************************************


Kakashi : Dalam dunia Shinobi, mereka yang melanggar aturan adalah sampah. tapi, mereka yang menghianati temannya adalah lebih rendah dari sampah.
*****
Sekitar 10 tahun yang lalu … Lima negri besar Shinobi dalam kekacauan. Pertempuran yang melibatkan Desa shinobi terjadi di daerah perbatasan masing-masing negri. Perang yang berkepanjangan menurunkan kekuatan Hi no Kuni. Hingga negri-negri kekuarangan tenaga militer. Sejumlah besar shinobi Konoha Gakure terbunuh. Perang ini disebut Perang Besar Ninja ke Tiga.
Gedung Hokage
Sandaime Hokage sedang berdiskusi dengan Go Ikenban
Hokage : Musuh menyerang melalui rute ini
Homura : Menyerang?
Hokage : Kami telah memikirkan strategi mengalahkan mereka
Kita tak punya pilihan selain mengirim Jounin Namikaze Minato dan juga Hatake kakashi, Uchiha Obito dan Rin. Kita kirim mereka dalam misi ini
Homura : Kurasa ini kurang bagus, Mereka semua masih terlalu muda.
Koharu : Dalam suasana kritis seperti ini, kita tak punya pilihan
Obito berloncatan di pepohonan.
Obito : Gawat. Kalau begini, aku bisa di dampratnya. Aku harus bisa.
Obito tersandung akar pohon sehingga jatuh.
Obito : Apa aku terlambat?
Kakashi : Ya. Obito. Kau terlambat. Memangnya kita janjian ketemu jam berapa? Kalau kau memang shinobi, kau harus ikuti aturan.
Obito : Yah. Aku tadi di jalan… ada nenek-nenek tua membawa beban berat dan menanyakan arah. Dan lagi mataku kelilipan.
Kakashi : Kau berbohong kan?
Minato : Sudahlah Kakashi. Obito menunjukkan jalan pada nenek tua. Ya kan?
Obito : Aku juga membawakan barang bawaannya.
Kakashi : Kau terlalu mudah diperdaya Sensei! Mana mungkin ada nenek-nenek tua menghampiri Obito setiap saat.
Obito meneteskan obat tetes mata.
Kakashi : Shinobi yang melanggar aturan adalah sampah. Benarkan?
Obito : Kau ini punya perasaan sedikit dong! Yang kau bicarakan hanya aturan dan aturan melulu. Hal yang paling penting adalah pengendalian diri.
Rin : Sudahlah-sudahlah. Kita kan satu tim.

Kakashi : Kau terlalu lembut pada Obito, Rin. Lagipula ini hari penting bagiku.
Rin : Yah. Benar.
Obito : Memangnya ada apa?
Minato : Mulai saat ini, Kakashi adalah Jounin seperti diriku. Untuk meningkatkan efisiensi kita, kita akan berpisah menjadi dua tim. Lagipula, Konoha gakure saat sedang kekurangan kekuatan militer.
Obito : Berpisah? Lalu?
Minato : Ya. Benar. Kakashi akan menjadi taicho dalam three-man team dengan Rin dan Obito. Aku akan bekerja sendiri.
Rin : Ingat apa yang kita bicarakan tempo hari, Obito! Tentang hadiah untuk Kakashi.
Obito : Maaf. Aku lupa.
Minato : Ini hadiah dariku. Kunai desain pribadi. Bentuknya agak aneh dan agak berat. Tapi jika sudah terbiasa akan mudah.
Kakashi : Terima kasih.
Rin : Dan ini dariku. Ini dia. Peralatan medis pribadi. Aku modifikasi sedikit agar mudah digunakan.
Kakashi : Terima kasih.
Kakashi mengadahkan tangannya pada Obito.
Obito : Hey. Kenapa dengan tanganmu? Aku tak punya hadiah apa-apa.
Kakashi : Yah. Sudahlah. Tidak mengherankan. Lagipula mendapatkan hadiah yang tak berguna hanya akan menyusahkan saja.
Obito : Aku masih tak bisa mengerti mengapa kau bisa jadi Jounin.
Kakashi : Kau harusnya mengerti.
Obito : Aku adalah Uchiha Obito dari klan Uchiha. Aku akan melampauimu suatu saat jika Sharinganku telah aktif.
Kakashi : Semua orang di Uchiha adalah orang hebat. Kau seharusnya tak usah bergantung pada sesuatu seperti itu.
Obito : Apa?
Rin : Sudahlah, kalian berdua.
Minato : Sudahlah, aku akan menjelaskan misi kita pada kalian. Kita telah dekat ke perbatasan.
Minato membuka peta.
Minato : Perhatikan. Ini garisnya. Disinilah pasukan Tsuchi no Kuni sekarang menginvasi Kusa no Sato. Musuh kita adalah shinobi Iwa Gakure. Kami telah mendapat laporan bahwa telah ada 1000 shinobi disana.

Obito : Mereka telah memperkuat pasukan sejak terakhir kali.
Kakashi : Hi no Kuni berbatasan dengan Kusa no Sato. Kita harusnya sudah kesana sejak dulu.
Rin : Berdasarkan luasnya. Mereka pastinya punya pasukan khusus yang professional.
Minato : Misi kita adalah disini. Jembatan Kanabi. Untuk menghancurkan musuh sekaligus, kita butuh… shinobi yang sangat banyak. Jadi shinobi seperti kita yang fokus pada sabotase, dipilih dalam jumlah kecil.
Kakashi : Jembatan katamu? Berarti ini misi penyusupan.
Minato : Tim Kakashi. Misi kalian adalah menyusup ke daerah musuh. Kalian harus menghancurkan jembatan yang digunakan untuk memasok makanan dan bantuan pendukung lain. Jika sudah selesai, mundur segera.
Kakashi/obito/rin : Baik.

Obito : Dan kau sensei?
Minato : Aku akan menghadapi musuh secara langsung di medan tempur. Aku buat pengalihan untuk kalian. Kakashi-kun, kau adalah taichou kali ini. Kita akan bersama-sama sampai perbatasan. Tapi setelah itu, misimu dimulai.
Kakashi cs : Baik.
*****
Minato cs berjalan di perbatasan. Kakashi menghentikan langkahnya
Minato : Bagus. Kakashi.
Seorang musuh mengintai. Ia adalah ninja dari Ame Gakure, Mahiru.
Mahiru : Mereka sudah sadar… mereka bagus juga. (Melihat Minato) dia. Oh tidak. Tidak mungkin. Aku hanya akan menantau saja deh.
Minato konsentrasi
Minato : Satu … oh … semuanya bersiaplah. Mereka ada dua puluh. Tapi bisa saja itu hanya kage bunshin no jutsu.

Kakashi : Kurasa sensei benar. Aku akan menyerang. Tolong back-up aku.
Minato : Jangan gegabah Kakashi. Kau yang harus back up aku.
Kakashi : Sensei. Aku taichou nya kali ini. Lagipula, aku ingin menguji jutsu baru ku.
Mahiru : Dia datang
Kakashi : Chidori.
Obito : Jutsu apa itu?
Rin : Chakranya luar biasa.
Kakashi : Baiklah.
Minato menghalangi Kakashi.
Kakashi : Berapapun jumlah mereka, dengan jutsu ini aku akan habisi mereka semua. Seperti julukan Sensei. Lagipula seperti yang Sensei katakan, saat ini, akulah taichou nya. Peraturan mengatakan anggota tim harus menuruti perintah taichou kan, Sensei?
Minato mengizinkan. Kakashi segera bergerak.
Mahiru : Dia menyerang secara langsung.
Mahiru menyerang dengan kunai. Minato melempar kunai-kunai yang melindungi Kakashi dari kunai musuh.

Kakashi : Serangan kunaimu malah membuatku tahu posisimu. Baiklah.
Minato membantu Kakashi dengan mengarahkan kunai ke arah musuh sehingga Kakashi tahu arah.
Mahiru : Dia cepat.
Kakashi menyerang Mahiru yang ternyata kage bunshin
Kakashi : Sial. Cuma kage bunshin. Kalau begitu yang berikutnya.
Mahiru muncul di dekat Obito. Obito kaget. Minato segera membunuh Mahiru yang ternyata kage bunshin juga.
Minato : Jangan lengah.
Obito : Ya.
Satu persatu kage bunshin menghilang diserang Kakashi.
Kakashi : Yang tadi nomor 18.
Mahiru : Jangan sombong, anak kecil.
Mahiru menyerang dengan pedang di titik dimana Kakashi lengah. Dalam sekejap, Minato sudah menangkap Kakashi namun pedang tersebut sempat melukai Kakashi. Mahiru lolos. Minato membawa Kakashi ke Rin

Rin : Kakashi.
Mahiru : Aku harusnya bisa mengalahkan anak kecil itu. Tapi gerakan rambut kuning itu cepat sekali. Aku tahu sekarang.
Suatu karakter Fuin bergerak di kaki Mahiru. Minato konsentrasi. Minato menjatuhkan tasnya. Sebelum tas tersebut sampai di tanah. Minato sudah berada dibelakang Mahiru.
Rin : Sunshin no Jutsu sensei luar biasa cepatnya.
Maher : Tak mungkin. Kau adalah. Konoha no Kiiroi Senko. Kami di Iwa Gakure no Sato. Telah diajarkan oleh atasan kami, agar lari saja jika berhadapan denganmu. Kini aku mengerti mengapa.
Minato membunuh Mahiru.
Rin mengobati Kakashi dengan Iryo ninjutsu.
Minato : Luka Kakashi serius. Kita akan kembali dan bergabung dengan yang lain.
Kakashi : Aku tak apa-apa.
Obito : Tidak. Kau terluka. Semua ini karena kau tak mendengar peringatan Sensei dan main serang saja.
Kakashi : Aku tak perlu mendengarkan hal itu. Tidak dari “Uchiha yang hebat” yang tadi ketakutan.
Obito : A-aku tadi kelilipan lalu keluar air mata.
Kakashi : Apakah kau tahu etika Shinobi nomor 25? Peraturan mengatakan shinobi pantang memperlihatkan air mata.
Rin : Hey. Sudahlah, kalian berdua.
Minato : Sudahlah kalian berdua. Kakashi. Aturan itu memang penting. Tapi hal itu bukanlah segalanya. Bukankah sudah kuajarkan padamu? Ada saatnya ketika situasi membutuhkan respon cepat dalam menghadapi musuh.
Obito : Tuh kan. Dengar tuh!
Minato : Obito, kau juga. Tidak mungkin matamu kelilipan. Kau menggunakan goggle. Jika kau ingin pengendalian diri, jangan hanya dimulut saja. Lakukan dalam perbuatan nyata. Dan satu hal lagi. Kakashi, kau jangan menggunakan jutsu itu lagi. Dari yang kulihat. Serangan yang terkonsentrasi pada satu titik, sudah jelas meningkatkan kecepatan dan kekuatan. Tapi itu justru membuatmu bergerak terlalu cepat untuk membaca serangan lawan dan menangkalnya. Jutsu itu masih belum sempurna. Sebelum kita berpisah. Aku ingin mengatakan satu hal. Bagi shinobi, yang paling penting adalah kerjasama tim.
*****
Malam hari. Kakashi dan Rin tidur. Minato berjaga di atas batu.
Obito : Sensei
Minato : Ada apa?
Obito : Aku tahu kerjasama tim itu penting. Tapi… Kakashi selalu sinis padaku karena kekurang disiplinanku. Jadi… maksudku… aku tahu aku hanyalah kelas rendahan dari klan Uchiha yang hebat. Dan aku mengakui bahwa Kakashi adalah orang yang hebat.
Minato : Kakashi adalah anak dari ninja jenius. Hatake Sakumo. Dia dijuluki Konoha no Shiroi Kiba. Bahkan nama besar Sannin legendaris tak dipandangnya. Masa kecilnya dihabiskan dalam bayang-bayang kejeniusan. Jadi kurasa wajar jika ia melihat kau terlalu kekurangan.
Obito : Shiroi Kiba. Aku juga dengar nama itu. Pahlawan yang gugur membela desanya. Kakashi tak pernah menyinggungnya.
Minato : Dia orang hebat. Seseorang yang dihormati semua orang didesa dan tentunya Kakashi sendiri. Tapi tidak sampai kejadian itu.
Obito : Kejadian?
Minato : Mungkin seharusnya aku tak berhak mengatakan ini padamu. Tapi karena kau satu tim dengan Kakashi, Aku ingin kau tahu.
Obito : Apa yang terjadi?
Minato : Ayah Kakashi, Sakumo-sama bunuh diri karena terhina. Lima tahun yang lalu, dia adalah taichou dari tim yang menjalankan sebuah misi yang sulit. Mereka menyusup ke daerah lawan. Dia terpaksa membuat keputusan. Misi atau nyawa temannya. Tentu saja. Berdasarkan aturan desa, meneruskan misi adalah hal penting. Namun ia memutuskan menyelamatkan temannya dan mengabaikan misi. Hal ini malah mengakibatkan kekalahan dipihak Hi no Kuni dan Konoha Gakure. Dan dia disalahkan karenanya. Terlebih lagi, sahabat yang ditolongnya malah mengkritiknya. Semua hinaan ini membuat Sakumo-san sakit. Fisik dan mental. Sejak saat itu Kakashi tak pernah menyebut hal tentang ayahnya. Dan ia mulai bersikap sangat ketat terhadap hal yang berbau aturan. Obito. Cobalah mengerti, walaupun hanya sedikit. Kakashi bermaksud baik.
*****
Pagi
Rin : Pengobatannya lancar. Tapi jangan terlalu memaksakan diri atau lukamu akan terbuka lagi.
Minato : Ayo berangkat.
*****
Minato : Kita akan berpisah dari titik ini. Semoga berhasil kalian semua. Musuh pada saat itu melakukan pengintaian sendirian. Tapi sekarang, kita akan bertarung dengan tim. Berhati-hatilah.
Obito : Ayo berangkat. Taichou-san.
Kakashi kaget. Semua tersenyum
Minato : Baiklah. Ayo. Berpencar!
Mereka berpisah.
Kakashi cs bergerak bertiga. Di suatu tempat, tim Kakashi diintai musuh.

Kakko : Hey. Mahiru pergi mengintai dan belum kembali.
Taiseki : Menurutmu, anak bau kencur itu yang membunuhnya. Kita tanya saja. Ninpou Meisai Gakure no Jutsu. Taiseki Menghilang
Kakashi merasakan ada yang tak beres dan berhenti. Tim Kakashi diserang sesuatu dari atas.
Obito : Katon Goukakyu no Jutsu
Api Obito memusnahkan serangan lawan. Taiseki yang tak terlihat mengendap dari belakang. Kakko menyerang dari depan. Kakashi menghadapi Kakko namun Taiseki menculik Rin.
Taiseki : Kami ambil yang ini.
Kakashi : Tunggu
Taiseki dan Kakko menghilang dengan menyandera Rin.
Obito : Sial.
Obito akan mengejar
Kakashi : Obito, jangan kejar mereka.
*****

Obito : Apa? Apa kau sadar apa yang baru kau katakan?
Kakashi : Ya. Kita akan meneruskan misi.
Obito : Dan Rin. Bagaimana dengan Rin?
Kakashi : Urusan Rin belakangan. Musuh mau mengetahui kita mau apa. Mereka tak akan membunuhnya dengan cepat. Dan untungnya, Rin adalah Iryonin. Jadi walaupun dia tawanan perang, dia mungkin bisa diperlakukan dengan baik asalkan dia mengobati luka pihak musuh. Masalahnya adalah jika musuh tahu rencana kita. Jika mereka mengetahui nya. Tak ragu lagi. Mereka akan meningkatkan keamanan di sekitar jembatan. Hal itu akan membuat misi kita lebih sulit.
Obito : Kau mengasumsikan keselamatan Rin berdasarkan asumsi tak berdasar? Bagaimana saat kita kesusahan. Siapa yang tak menyerah membantu kita? Saat ini, keselamatan Rin adalah prioritas utama diatas misi.
Kakashi : Seorang shinobi harus mampu mengorbankan temannya demi suksesnya misi. Itulah aturannya. Jika kita gagal dalam misi ini. Kemungkinan perang akan bertambah lama. Dan akan lebih g\banyak nyawa lagi yang akan jadi korban.
Obito : Itu cuma asumsi. Dan untuk sesuatu seperti itu. Kau berniat mengabaikan temanmu? Yang telah bersamamu selama ini? Saat kau dan aku terluka, Rin menyelamatkan kita dengan Iryo ninjutsunya. Jika tak ada dia, kita mungkin sudah mati sekarang.
Kakashi : Itu sudah menjadi tugas Rin.
Obito memukul Kakashi hingga terjatuh.
Obito : Aku tak suka kau.
Kakashi : Aku tak peduli. Aku taichou nya. Kau harus menuruti aku. Apapun situasinya, untuk membuat tim selalu bersama, satu orang harus memberi perintah. Itulah mengapa kita punya aturan yang menyatakan bahwa anggota harus mematuhi perintah taichou nya. Obito kau belum begitu kuat. Itulah sebabnya aku ditunjuk menjadi taichou.
Obito merenggut baju Kakashi.
Obito : Kalau begitu mengapa kau tak coba menyelamatkan Rin? Sebagai Taichou kau itu kuat. Cukup kuat untuk menolong temanmu kan?
Kakashi : Jika kau mengikuti emosimu sebentar saja. Lalu gagal menjalani misi. Kau akan menyesal nantinya. Itulah kode etik kita melarang perasaan pribadi. Kau harusnya tahu hal itu.
Obito : Rin. Rin selalu mempedulikan hal-hal yang berhubungan denganmu. Itulah mengapa ia memberimu hadiah peralatan medis. Dia bahkan menyisipkan jimat didalamnya.
Kakashi : Peralatan medis dan Iryonin adalah sistem yang hebat. Dikembangkan oleh Konoha untuk meningkatkan tingkat kesuksesan sebuah misi. Tapi aku katakan padamu kemarin kan? Mendapatkan sesuatu yang tak berguna hanyalah menyusahkan.
Obito : Sesuatu yang tak berguna?
Kakashi : Dalam menjalani misi, peralatan shinobi adalah hal penting bagi shinobi. Sesuatu seperti emosi tidaklah berguna.
Obito : Apa kau serius? Kau benar-benar percaya itu?
Kakashi teringat ayahnya
Kakashi : Ya. Aku percaya.
Obito : Lupakanlah. Kau dan aku memang seperti air dan minyak sejak awalnya. Aku akan menyelamatkan Rin.
Kakashi : Kau tak mengerti apapun.
Obito : Bukan soal apa yang akan terjadi jika kau melanggar aturan. Aku percaya Shiroi Kiba adalah pahlawan sejati. Memang dalam dunia ninja. Mereka yang melanggar aturan adalah sampah. Tapi. Mereka yang menghianati temannya adalah lebih buruk dari sampah. Aku akan menjadi sampah, jadi lebih baik aku melanggar aturan saja. Dan jika hal itu tak membuatku menjadi shinobi sejati. Maka aku tak peduli pada hal-hal “shinobi”
Obito meninggalkan Kakashi.

0 Comment (s):

Poskan Komentar

It's totally free for submitting comments :D
Fill the name with your ID or your Nickname! And do not put any link or your comment will reject.. (I hate spam)

Template by : Software and Symbian Mobile