Tampilkan postingan dengan label Kuliahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliahku. Tampilkan semua postingan

Rabu

CORETAN PAGI HARI!

Ga tau mau posting apaan.. Besok ada UAS, tapi lum bisa tidur juga.. Baca buku, aje gile, ukuran tebalnya mematahkan smangadku.. Mau tidur ga bisa,,, sejak jam 11an tadi sampai sekarang dah bolak balik ke kamar kecil.. Kebanyakan minum jadi sering pipis... minum kopi udah, minum teh udah, minum coklat udah,, minum apa lagi biar aq tenangan dikit? Hhhhh..:-( aku sendiri ga tau apa yg sedang aku pikirkan.. Ya ampun aku harus ke kamar kecil lagi! Wait..!

Huufth... Kombinasi kopi+teh+coklat bener2 membuat aku seperti keran bocor..

Di luar mulai ujan, udara mulai dingin,, TAPI MATA MASIH AKTIF... dan ga menunjukkan tanda lelah..

Hhhh...:-( ngomong apa aku ini,, kaya'nya aku sudah kacau..

Ow ya dwi, apa kau percaya cinta? Huh.. ngapain aku bicara cinta,, hahaha... ku belom cukup tua bicara soal cinta... Lagipula jika bicara cinta, aku pasti ditertawai oleh orang2...

Ya ampunn... ini kapan berakhir..? Aku ga tahan ke kamar kecil terus! aaargh..! (><)

Minggu

Jenis Penambangan Batubara Alam

Batubara adalah batuan yang berasal dari tumbuhan yang mati dan tertimbun endapan lumpur, pasir dan lempung selama berjuta-juta tahun lamanya. Adanya tekanan lapisan tanah bersuhu tinggi serta terjadinya gerak tektonik mengakibatkan terjadinya pembakaran atau oksidasi yang mengubah zat kayu pada bangkai tumbuh-tumbuhan menjadi batuan yang mudah terbakar yang bernama batubara.



Di Indonesia terdapat tambang besar batubara seperti tambang umbilin di sawahlunto sumatera barat dan tambang bukit asam di sumatra selatan.

Beberapa macam / jenis metoda penambangan batubara :

Penambangan Terbuka
Melakukan kegiatan menambang batubara tanpa melakukan penggalian berat karena karena letak batubara yang dekat dengan permukaan bumi.


Penambangan Dalam
Untuk menambang batubara dengan teknik tersebut harus dibuat terowongan yang tegak hingga mencapai lapisan batubara. Selanjutnya dibuat terowongan datar untuk melakukan penambangan.


Penambangan Jauh
Pertambangan ini dilakukan ketika area batubara berada di bawah bukit di mana dibuat terowongan miring hingga mencapai lapisan batu bara.


Penambangan Di Atas Permukaan
Jenis kegiatan menambang batubara ini dilakukan jika batubara yang diincar berada pada perut bukit, yang di mana perlu terowongan datar untuk dapat mulai menambang batubara tersebut.


Keuntungan dari tambang terbuka :
1. Ongkos penambangan per ton/ per BCM bijih lebih murah karena tidak perlu adanya penyanggaan, ventilasi, dan penerangan.
2. Kondisi kerjanya lebih baik karena berhubungan langsung dengan udara luar dan sinar matahari.
3. Penggunaan alat-alat mekanis dengan ukuran besar dapat lebih leluasa sehingga produksi bisa lebih besar.

Jumat

PETA

Secara garis besar tahapan untuk mendapatkan suatu peta (proses pemetaan), yaitu :
•Pengumpulan data lapangan,
•Pengolahan data lapangan, dan
•Penyajian data lapangan.

Prinsip Utama Peta
Prinsip utama peta untuk dapat digunakan, yaitu :
•Menyatakan posisi/lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
•Memperlihatkan pola distribusi dan pola spasial dari fenomena alam dan buatan manusia.
•Merekam dan menyimpan informasi permukaan bumi.

Karakteristik Peta

Peta memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
•Gambar disajikan pada bidang datar dalam bentuk dua dimensi (hasil transformasi matematik).
•Merupakan bentuk reduksi dari keadaan sebenarnya.
•Dalam penyajiannya mengalami suatu proses generalisasi, sehingga tidak semua informasi dapat disajikan.
•Merupakan suatu bentuk penegasan (enhancement) dari unsur yang terdapat di permukaan bumi (misal : kontur).

Fungsi Peta

Peta mempunyai beberapa fungsi, yaitu :
•Memperlihatkan posisi atau lokasi relatif dari suatu tempat.
•Memperlihatkan ukuran dalam pengertian jarak dan arah.
•Memperlihatkan bentuk atau unsur yang terdapat di permukaan bumi.
•Menghimpun serta menselektif data permukaan bumi.

Bentuk Penyajian Peta

Berdasarkan penyajiannya, peta dapat dikelompokkan sebagai berikut :
•Peta Garis (peta vektor)
Kenampakan permukaan bumi pada peta disajikan oleh garis (baik hitam putih maupun berwarna) dan area yang dilengkapi dengan teks sebagai tambahan informasi. Unsur yang terdapat di permukaan bumi disajikan dengan simbol atau batas. Dengan kata lain, peta garis adalah peta yang memiliki jarak dan arah.
•Peta Citra (peta foto)
Kenampakan permukaan bumi disajikan dalam bentuk citra (sekumpulan informasi yang berasal dari sensor, perolehan tidak secara kontak langsung dengan obyek permukaan bumi ditempat pengamatan). Bayangan permukaan bumi dapat diperoleh melalui foto udara, radar serta sensor airborne lainnya dan citra satelit.


Jenis Peta

Berdasarkan jenisnya, peta dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Peta Topografi
Peta Topografi merupakan peta yang memperlihatkan posisi horisontal serta vertikal dari unsur alam dan unsur buatan manusia dalam suatu bentuk tertentu, dengan memperhatikan sistem proyeksi peta yang digunakan serta skala peta. Umumnya peta topografi dibuat untuk keperluan perencanaan pembangunan, karena pada peta topografi disajikan unsur-unsur permukaan bumi yang sesuai dengan kondisi pada saat pembuatan petanya. Peta Topografi disebut juga sebagai peta dasar, karena peta topografi digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta-peta lainnya, baik untuk pembuatan peta topografi dengan skala peta yang lebih kecil dari peta aslinya (original map), atau juga untuk pembuatan peta-peta tematik.
Berikut adalah contoh peta topografi :
•Peta Planimetrik
Peta yang menyjikan informasi tentang beberapa tipe unsur permukaan bumi, pada peta ini informasi ketinggian tidak disajikan.
•Peta Teknik
Peta yang menyajikan detail permukaan bumi untuk keperluan proyek rekayasa (jalan, dam), dan juga untuk keperluan estimasi biaya konstruksi.
•Peta Pendaftaran Tanah/Kadaster
Peta yang menyajikan data mengenai garis kepemilikan tanah berikut sudut dan panjangnya, pemilik, ukuran persil, serta beberapa informasi lainnya.
•Peta Bathimetrik
Peta yang menyajikan kedalaman air dan konfigurasi topografi bawah laut, umumnya mempunyai sistem koordinat yang bereferensi pada sistem koordinat peta topografi.

2. Peta Tematik
Peta tematik adalah peta yang menyajikan unsur-unsur tertentu dari permukaan bumi sesuai dengan topik atau tema dari peta bersangkutan. Umumnya peta ini digunakan sebagai data analisis dari beberapa unsur permukaan bumi didalam pengambilan suatu keputusan untuk pembangunan. Pada pembuatan peta tematik, data dasar yang digunakan adalah peta topografi, sedang data tematik yang disajikan adalah hasil survey langsung (data primer) dan survey tidak langsung (data sekunder). Penyajian data topografi pada peta tematik disesuaikan dengan unsur yang diperlukan di dalam menunjang data tematik yang disajikan. Data tematik yang disajikan dapat dalam bentuk kualitatif dan/atau data kuantitatif. Berikut ini beberapa contoh peta tematik :

•Peta Diagram
Pada peta diagram, dua atau lebih subyek tematik yang berelasi disajikan dalam bentuk diagram yang proporsional. Diagram yang disajikan dapat dalam bentuk diagram batang, lingkaran, empat persegi panjang, diagram kurva. Masing-masing diagram disajikan pada posisi dari suatu lokasi atau dipusat area. Misal : peta industri.
•Peta Distribusi
Peta tematik yang menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu data yang spesifik, serta mempunyai kuantitas yang pasti dari sejumlah variabel. Misal : peta sebaran penduduk.
•Peta Choropleth
Peta tematik yang menyajikan ringkasan distribusi kuantitatif dengan basis deliminasi area batas administrasi. Misal : peta kepadatan penduduk.
•Peta Dasymetrik
Peta tematik sejenis choropleth, tetapi biasanya bukan pada batas administrasi, melainkan pada batas dari area yang disurvey.
•Peta Chorochromatik
Peta tematik yang memperlihatkan distribusi kualitatif dari fenomena spesifik dan relasinya. Misal : peta tanah.
•Peta Isoline
Peta tematik yang memperlihatkan harga numerik untuk distribusi yang kontinyu, dalam bentuk garis-garis yang terhubung pada suatu harga yang sama. Misal : peta isobar.
•Peta Alir
Peta tematik yang menyajikan informasi dalam bentuk garis tebal atau warna untuk memperlihatkan arah atau frekuensi pergerakan.Misal : peta frekuensi transportasi.
•Chart
Peta tematik yang bersifat khusus. Chart merupakan peta yang menyajikan data dan informasi yang berhubungan dengan unsur navigasi atau keselamatan perhubungan. Jenis chart yang dikenal adalah Peta Navigasi Laut (Nautical Chart) dan Peta Navigasi Udara (Aero Nautical Chart).

Golongan bahan galian tambang

Bahan-bahan galian terbagi atas tiga golongan:

1. Golongan bahan galian yang strategis adalah:
o minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;
o bitumen padat, aspal;
o antrasit, batubara, batubara muda;
o uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktif lainnya;
o nikel, kobalt;
o timah.

2. Golongan bahan galian yang vital adalah:
o besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan;
o bauksit, tembaga, timbal, seng;
o emas, platina, perak, air raksa, intan;
o arsin, antimon, bismut;
o yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya;
o berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
o kriolit, fluorpar, barit;
o yodium, brom, khlor, belerang;

3. Golongan bahan galian yang tidak termasuk golongan 1 atau 2 adalah:
o nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);
o asbes, talk, mika, grafit, magnesit;
o yarosit, leusit, tawas (alum), oker;
o batu permata, batu setengah permata;
o pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;
o batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth);
o marmer, batu tulis;

Beberapa istilah dalam Geologi

Dalam penerapan teknologi penginderaan jauh untuk studi inventarisasi sumber daya mineral, ada beberapa istilah geologi yang sering digunakan, yaitu :


1. Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah / wilayah / kawasan dengan tingkat kualitas yang tergantung pada skala peta yang digunakan dan menggambarkan informasi sebaran, jenis dan sifat batuan, umur, stratigrafi, struktur, tektonika, fisiografi dan potensi sumber daya mineral serta energi yang disajikan dalam bentuk gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya.

2. Skala peta adalah perbandingan jarak yang tercantum pada peta dengan jarak sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan keduanya.

3. Peta geologi dapat dibedakan atas peta geologi sistematik dan peta geologi tematik.

4. Peta geologi sistematik adalah peta yang menyajikan data geologi pada peta dasar topografi atau batimetri dengan nama dan nomor lembar peta yang mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya.

5. Peta topografi adalah peta ketinggian titik atau kawasan yang dinyatakan dalam bentuk angka ketinggian atau kontur ketinggian yang diukur terhadap permukaan laut rata-rata.

6. Peta geologi tematik adalah peta yang menyajikan informasi geologi dan/atau potensi sumber daya mineral dan/atau energi untuk tujuan tertentu.

7. Pemetaan geologi adalah pekerjaan atau kegiatan pengumpulan data geologi, baik darat maupun laut, dengan berbagai metoda.

8. Sumber daya geologi adalah sumber daya alam yang meliputi sumber daya mineral, energi, air tanah, bentang alam dan kerawanan bencana alam geologi.

Minggu

TIMAH

Timah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Sn (bahasa Latin: stannum) dan nomor atom 50. Timah merupakan logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, dapat ditempa ("malleable"), berat jenis 7,3 g/cm3, serta mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Dalam keadaan normal (13 – 1600C), logam ini bersifat mengkilap dan mudah dibentuk. Timah juga tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk mencegah karat.

Timah diperoleh terutama dari mineral cassiterite yang terbentuk sebagai oksida. Timah terbentuk sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri dari endapan alluvium, elluvial, dan koluvium.

Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit, kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite, kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral ikutan.
Kegunaan timah banyak sekali terutama untuk bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan lain-lain.
Potensi Timah di Indonesia terdapat di Pulau Bangka, Pulau Belitung, Pulau Singkep, dan Pulau Karimun.


Ciri-Ciri Fisik

Keadaan benda : Padat
Titik lebur : 505.08 K (449.47 °F)
Titik didih : 2875 K (4716 °F)
Volume molar : 16.29 ×10-6 m3/mol
Kalor penguapan : 295.8 kJ/mol
Kalor peleburan : 7.029 kJ/mol
Tekanan uap : 5.78 E-21 Pa at 505 K
Kecepatan suara : 2500 m/s pada 293.15 K

Properti Atomik

Bobot atom : 118.710 sma
Jari-jari atom : 145 (145) pm
Jari-jari kovalen : 141 pm
Jari-jari van der Waals : 217 pm
Konfigurasi elektron : [Kr]4d10 5s2 5p2
Elektron per tingkat energi : 2, 8, 18, 18, 4
Bilangan oksidasi (Oksida) : 4,2 (amfoter)
Struktur kristal :Tetragonal


Sifat

Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui. Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi. Jika struktur ini dipatahkan, terdengar suara yang sering disebut “tin cry” (tangisan timah) ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.



Bentuk

Unsur ini memiliki 2 bentuk alotropik pada tekanan normal. Jika dipanaskan, timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.2 derajat Celcius menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. Ketika timah didinginkan sampai suhu 13,2 derajat Celcius, ia pelan-pelan berubah dari putih menjadi abu-abu. Perubahan ini disebabkan oleh ketidakmurnian (impurities) seperti aluminium dan seng, dan dapat dicegah dengan menambahkan antimoni atau bismut. Perubahan dari bentuk alfa ke bentuk beta dinamakan “tin pest”. Timah abu-abu memiliki sedikit kegunaan. Timah dapat dipoles sangat licin dan digunakan untuk menyelimuti logam lain untuk mencegah korosi dan aksi kimia. Lapisan tipis timah pada baja digunakan untuk membuat makanan tahan lama.


Campuran logam timah sangat penting. Solder lunak, perunggu, logam babbit, logam bel, logam putih, campuran logam bentukan dan perunggu fosfor adalah beberapa campuran logam yang mengandung timah.
Timah dapat menahan air laut yang telah didistilasi dan air keran, tetapi mudah terserang oleh asam yang kuat, alkali dan garam asam. Oksigen dalam suatu solusi dapat mempercepat aksi serangan kimia-kimia tersebut. Jika dipanaskan dalam udara, timah membentuk Sn2, sedikit asam, dan membentuk stannate salts dengan oksida. Garam yang paling penting adalah klorida, yang digunakan sebagai agen reduksi. Garam timah yang disemprotkan pada gelas digunakan untuk membuat lapisan konduktor listrik. Aplikasi ini telah dipakai untuk kaca mobil yang tahan beku. Kebanyakan kaca jendela sekarang ini dibuat dengan mengapungkan gelas cair di dalam timah cair untuk membentuk permukaan datar (proses Pilkington).
Baru-baru ini, campuran logam kristal timah-niobium menjadi superkonduktor pada suhu sangat rendah, menjadikannya sebagai bahan konstruksi magnet superkonduktif yang menjanjikan. Magnet tersebut, yang terbuat oleh kawat timah-niobium memiliki berat hanya beberapa kilogram tetapi dengan baterai yang kecil dapat memproduksi medan magnet hampir sama dengan kekuatan 100 ton elektromagnet yang dijalankan dengan sumber listrik yang besar.


DAMPAK DARI TIMAH/PENAMBANGANNYA

Timah juga terdapat dalam beberapa makanan. Jumlah timah yang sedikit dalam makanan tidak berbahaya. Limit dalam makanan di Amerika Serikat adalah 300 mg/kg. Senyawa timah triakil dan triaril digunakan sebagai racun biologi (biocides) dan perlu ditangani secara hati-hati. Limbah-limbah utama yang dihasilkan dari penambangannya berupa Air Asam Tambang dan Tailing yang mengandung logam dalam kadar tinggi.

EMAS

Emas ialah unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Au. Emas merupakan logam lembut, berkilat, berwarna kuning, tumpat, mudah ditempa, mulur, logam peralihan ( trivalen dan univalen ), dan stabil, iaitu tidak bertindak balas dengan kebanyakan bahan kimia. Walau bagaimanapun emas boleh diserang oleh klorin, fluorin dan akua regia. Logam ini selalunya hadir dalam bentuk ketulan nugget di dalam batuan dan longgokan aluvium.


Sifat Emas


Emas ialah unsur logam yang berwarna kuning berkilauan tetapi boleh juga berwarna seperti delima atau hitam apabila dibahagi dengan halus. Larukan koloid emas pula mempunyai warna berkeamatan tinggi yang biasanya berwarna ungu. Warna yang terdapat pada emas adalah disebabkan oleh frekuensi plasmon emas yang terletak pada julat penglihatan, mengakibatkan warna merah dan kuning dipantulkan sementara warna biru diserap. Hanya koloid perak mempunyai interaksi yang sama terhadap cahaya, tetapi dalam frekuensi yang lebih pendek, sehingga menyebabkan warna koloid perak menjadi kuning. Emas juga merupakan logam yang paling boleh tempa dan dimulurkan. Satu gram emas boleh ditempa menjadi satu kerajang bersaiz satu meter panjang dan satu meter lebar atau 1 auns kepada 300 kaki². Emas biasanya dialoikan dengan logam yang lain untuk menjadikannya lebih keras.

Emas merupakan pengalir haba dan elektrik yang baik, dan tidak dipengaruhi oleh udara dan kebanyakan reagen. Secara kimianya, logam emas tidak boleh diubah oleh haba, kelembapan, dan kebanyakan agen menghakis dan oleh itu ia amat sesuai digunakan sebagai duit syiling dan barangan kemas.

Emas tulen mengandungi antara 8% dan 10% perak, tetapi biasanya kandungan tersebut lebih tinggi. Aloi semula jadi dengan kandungan perak yang tinggi dipanggil elektrum. Apabila kuantiti perak bertambah, warnanya menjadi lebih putih dan ketumpatan tentunya berkurangan.

Aloi dengan kuprum menghasilkan logam kemerahan, aloi besi berwarna hijau, dan aloi aluminum berwarna ungu. Barang kemas yang dibuat dengan kombinasi emas yang berwarna dijual di Amerika Syarikat dan dikenali sebagai emas Black Hills.
Keadaan pengoksidaan emas yang biasa termasuk +1 dan +3.



Unsur Kimia Emas


Emas, Au, bernomor atom 79. Artinya, emas mempunyai 79 proton pada intinya. Massa atom emas adalah 196,967 dan jari-jari atomnya 0,1442 nm. Perhitungan itu menarik karena lebih kecil dari perkiraan secara teori. Susunan elektron terluar di seputar inti emas didasarkan pada14 4f, 10 5d, dan 6s kulit elektron (rumusnya [Xe] 4f 14 5d 10 6s).

Susunan elektron ini berkaitan dengan sifat warna kuning emas. Warna logam terbentuk berdasarkan transisi elektron di antara ikatan-ikatan energinya. Kemampuan menyerap cahaya pada panjang gelombang untuk menghasilkan warna emas yang khas terjadi karena transisi ikatan d yang melepaskan posisi di ikatan konduksi. Penambahan unsur-unsur campuran berdampak pada warna emas. Misalnya, penambahan unsur nikel atau paladium akan memutihkan emas.

Jumlah proton pada inti emas tetap 79, tetapi jumlah netron beragam dari satu atom ke atom lainnya sesuai dengan jumlah isotopnya. Meski begitu, hanya ada satu isotop nonradio aktif yang stabil yang terdapat pada semua emas alam yang ditemukan.

Struktur kristal logam emas adalah face centred cubic (FCC, lihat di bawah). Struktur kristal ini memberikan sumbangan bagi kelenturan emas yang tinggi untuk dibentuk karena ruang FCC-nya cocok bagi perpindahan atom. Perpindahan ini sangat penting untuk mencapai tingkat kelenturan yang tinggi.

Tingkat kerapatan emas (19,3 g/cm3) bergantung pada massa atom dan struktur kristalnya. Hal ini membuat emas lebih berat daripada materi logam biasa. Contohnya, aluminium hanya memiliki kerapatan 2,7 g/cm3. Bahkan, baja hanya 7,87 g/cm3.

Titik leleh emas murni adalah 1064 C, meskipun ketika dicampur dengan unsur logam lainnya, seperti perak atau tembaga, logam campuran itu akan meleleh melebihi temperatur yang terukur. Titik didih emas, ketika emas diubah dari cairan menjadi gas, adalah 2860 C.

Kemampuan emas agar efisien mengubah panas dan listrik akan lebih baik jika dicampur dengan tembaga dan perak; menjadikan campurannya tidak teruraike dalam elektron untuk semikonduktor dan konektor pada teknologi komputer. Tahanan listrik emas adalah 0,022 mikro-ohm m pada 20 C. Konduktivitas suhunya 310 W/mK pada suhu yang sama, 20 C. Ketahanan emas terhadap karat untuk dibuat sebagai alat adalah yang paling baik. Energi potensial elektrodanya diukur dibandingkan dengan hidrogen dan rangkaian elektrokimia disiapkan untuk logam sebagaimana disebut di bawah. Tidak mengherankan, jika emas berada pada posisi teratas dari rangkaian yang menunjukkan ketahanannya terhadap karat. Pada praktiknya, emas hanya berkarat jika dicampur dengan nitrat dan asam hidroklorida (aqua regia). Dalam penggunaan sehari-hari, emas tidak luntur. Emas hanya terurai di dalam sianida.



Emas sebagai Katalis

Katalis adalah unsur atau senyawa yang mempercepat proses reaksi kimia yang tidak terpakai dalam reaksi itu. Katalis adalah komponen yang penting dalam berbagai proses industri yang digunakan untuk menghasilkan bahan kimia, makanan, dan lain-lainnya. Mungkin, penggunaan katalis yang pertama kali dilakukan adalah pada proses fermentasi gula untuk mendapatkan alkohol.

Katalis digolongkan homogen atau heterogen bergantung pada tahap keterlibatan katalis dengan reaktan dalam proses reaksi. Katalis homogen berfungsi di dalam tahap yang sama dengan dengan reaktan dan biasanya dalam tahap cairan. Adapun pada katalis heterogen, ada batas yang membedakan antara katalis dan reaktan. Contohnya, padat sebagai katalis, tetapi gas sebagai reaktan seperti di dalam proses perubahan katalis yang dipakai pada industri mobil.

Emas telah menjadi perhatian banyak peneliti sebagai bahan katalis industri hingga kini. Pada dekade terakhir, ada peningkatan yang tinggi dalam penggunaan emas sebagai bahan katalis karena mampu berperan sebagai katalis reaksi kimia dalam lingkup yang luas, termasuk oksidasi, hidrogenasi, dan banyak lagi. Kedua golongan katalis, homogen atau heterogen, sangat mungkin dengan menggunakan emas.

Salah satu yang paling mengesankan dengan menggunakan emas sebagai katalis adalah suhu light off yang diraih (yaitu, suhu tertentu yang memungkinkan katalis dapat berfungsi). Secara potensial, katalis emas lebih baik fungsinya pada suhu 200-350K dibandingkan dengan katalis platina yang hasil terbaiknya baru tercapai pada suhu 400-800K. Tidak seperti kelompok katalis logam platina, adanya tingkat kelembaban ternyata lebih menguntungkan daripada merugikan. Tidak biasanya, emas akan menggantikan secara luas logam platina dari posisi dominan sebagai logam katalis yang berharga. Lebih lagi, emas berpotensi sebagai katalis pada reaksi-reaksi baru dan dalam beberapa hal menawarkan pemecahan sebagai alternatif dengan biaya yang lebih murah.

Salah satu yang menjadi ide bagi para peneliti industri atau akademisi adalah cara kerja yang memungkinkan emas dapat digunakan sebagai katalis untuk penggunaan yang lebih luas. Pengajaran di sekolah-sekolah klasik menegaskan persepsi kita tentang emas yang keras, mudah karatan, dan mudah tergores. Terlepas dari itu, kemungkinan satu mekanisme yang disarankan adalah mekanisme penggunaan emas sebagai katalis. Penggunaan emas sebagai katalis memerlukan penanganan yang hati-hati dan persiapan logam emas yang tidak biasa, memusatkan pada menghasilkan ukuran partikel emas yang sangat kecil. Teknik deposisi-presipitasi (kondensasi) menjadi prosedur yang paling dapat diandalkan. Katalis emas pada akhirnya akan memainkan peran yang penting dalam peningkatan kualitas udara bagi lingkungan penambangan bawah tanah.



DAMPAK YANG DITIMBULKAN DARI PENAMBANGAN EMAS



Pertambangan emas menghasilkan limbah yang mengandung merkuri, yang banyak digunakan penambang emas tradisional atau penambang emas tanpa izin, untuk memproses bijih emas. Biasanya mereka membuang dan mengalirkan limbah bekas proses pengolahan pengolahan ke selokan, parit, kolam atau sungai. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusiamelalui media air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi Minamata. Ada 3 jenis limbah utama pertambangan emas. Batuan limbah (overburden) adalah batuan permukaan atas yang dikupas untuk mendapatkan batuan bijih atau batuan yang mengandung emas. Selanjutnya ada tailing - bijih emas yang sudah diambil emasnya menggunakan bahan kimia - diantaranya Merkuri atau Sianida. Tailing berbentuk lumpur yang mengandung logam berat. Limbah yang mengandung logam berat seperti Merkuri dan Sianida termasuk dalam kelompok Limbah B3. Terakhir, air asam tambang - limbah yang menyebabkan kondisi keasaman tanah, yang berpotensi melarutkan unsur mikro berbahaya dalam tanah - sehingga berpotensi meracuni tanaman dan mahluk hidup sekitarnya. Pertambangan ini merupakan industri rakus air. Penggunaan air dari sumber-sumbernya dengan skala besar untuk menjalankan proses pengolahan batuan menjadi bijih logam. Luar biasa tingginya kebutuhan air untuk operasi industri tambang menyebabkan pemenuhan air warga setempat dikalahkan, sering mereka harus rela mencari mata air baru atau harus berhadapan dengan kekerasan untuk mempertahankan sumber air mereka. Jangan lupa, pada saat pembuatan lobang (pit) penambangan dan pembangunan pabrik serta instalasi lainnya, kegiatan pengupasan tanah, peledakan, serta pengoperasian alat-alat berat pengangkut tanah dan lalu lalang kendaraan berat dengan intensitas tinggi menjadi sumber pencemaran udara - akibat peningkatan volume debu. Apa akibatnya? Penduduk lokal harus berhadapan dengan perusakan lingkungan yang luar biasa karena limbah tambang. Umumnya, tailing dibuang ke daerah lembah dengan membuat penampung (tailing dam), dibuang ke sungai hingga ke laut - biasa disebut STD. Submarine Tailing Disposal (STD), dipromosikan oleh pelaku pertambangan sebagai cara pembuangan limbah yang paling baik dan ramah lingkungan, termasuk di Lembata.

DAMPAK DARI MINYAK BUMI DAN BATUBARA

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas masalah mengenai dampak yang ditimbulkan dari batubara. Nah, pada posting kali ini saya menambahkan sedikit masih mengenai dampak-dampak dari batubara dan bahan bakar fosil lainnya. Minyak bumi dan batubara sama-sama merupakan energi dari pembakaran sumber energi fosil. Energi dari pembakaran fosil melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).

Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat

(HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).

Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.

Khusus batubara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batubara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Sedangkan minyak bumi sendiri mengandung senyawa dengan ikatan nCH.....OH. Kalau ini dibakar, maka senantiasa akan terjadi sisa pembakaran, baik karbon, residu maupun asap. Selama masih ada paru-paru bumi dalam bentuk hutan lindung, dengan pepohonan zat hijau daun yg membutuhkan CO2 untuk proses asimilasinya.

Dampak Terhadap Perairan

Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia. Pencemaran air oleh minyak bumi umumnya disebabkan oleh pembuangan minyak pelumas secara sembarangan. Di laut sering terjadi pencemaran oleh minyak dari tangki yang bocor. Adanya minyak pada permukaan air menghalangi kontak antara air dengan udara sehingga kadar oksigen berkurang.


Hhhmmm kalau ada kekurangan mohon aja dimaklumin, ini merupakan tugas dari mata kuliah Pengenalan Lingkungan Tambang, dan lagian dosennya udah menyetujuinya koqqqq...

BATUBARA

Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batubara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.


Kelas dan jenis batubara

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batubara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.

o Antrasit adalah kelas batubara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
o Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batubara yang paling banyak ditambang di Australia.
o Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
o Lignit atau batubara coklat adalah batubara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
o Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.




Pembentukan batubara

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batubara disebut dengan istilah pembatubaraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:

o Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
o Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.


Gasifikasi batubara

Coal gasification adalah sebuah proses untuk merubah batubara padat menjadi gas batubara yang mudah terbakar (combustible gases), setelah proses pemurnian gas-gas ini karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), hidrogen (H), metan (CH4), dan nitrogen (N2) - dapat digunakan sebagai bahan bakar. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai reacting-gas kemudian menghasilkan water gas atau coal gas, gasifikasi secara nyata mempunyai tingkat emisi udara, kotoran padat dan limbah terendah.

Tetapi, batubara bukanlah bahan bakar yang sempurna. Terikat didalamnya adalah sulfur dan nitrogen, bila batubara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara, bila mengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut) dan tetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit, disebut sebagai "hujan asam" “acid rain”. Disini juga ada noda mineral kecil, termasuk kotoran yang umum tercampur dengan batubara, partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang tertinggal di coal combustor, beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di putaran combustion gases bersama dengan uap air, dari asap yang keluar dari cerobong beberapa partikel kecil ini adalah sangat kecil setara dengan rambut manusia



Dampak terhadap Lingkungan & salah satu cara meminimalisirnya

Nitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup, pada kenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen, secara normal atom-atom nitrogen mengambang terikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia, tetapi ketika udara dipanaskan seperti pada nyala api boiler (3000 F=1648 C), atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan oksigen, bentuk ini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx. NOx juga dapat dibentuk dari atom nitrogen yang terjebak didalam batubara.

Di udara, NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang kadang kala terlihat di seputar kota besar, juga sebagai polusi yang membentuk “acid rain” (hujan asam), dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut “ground level ozone”, tipe lain dari pada polusi yang dapat membuat kotornya udara.

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya, beberapa cara telah ditemukan untuk membakar barubara di pemabakar dimana ada lebih banyak bahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. Di bawah kondisi ini kebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen. Campuran pembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat proses yang mirip berulang-ulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Konsep ini disebut "staged combustion" karena batubara dibakar secara bertahap. Kadang disebut juga sebagai "low-NOx burners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan Nox yang terlepas di uadara lebih dari separuh. Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti "scubbers" yang membersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batubara. Beberapa dari alat ini menggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian NOx menjadi gas yang tidak berpolusi, walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx burners," namun dapat menekan lebih dari 90% polusi Nox.

Kamis

Praktikum "Perubahan Materi"

Fiuuh... Akhirnya!
Hari ini kelompok praktikum kimia saya, kelompok XI, yang terdiri dari Dwi Maihut (saya sendiri), Abu Hapas, Deni Susanto, Efrianto, & Yulia Nababan (tidak hadir saat praktikum tadi) baru aja merampungkan 2 percobaan tentang Perubahan Materi. Horeeeeee!!!!!:-) hahahaha
Seandainya kalian tau, semalaman saya tidur-bangun-tidur-bangun, nyelesaiin laporan awal praktikum. laporan awal itu sendiri baru kelar sekitar jam 8an pagi tadi... Kenapa laporan awal ini begitu penting? ealah, tanpa itu saya mana boleh masuk labor!:-)
Selama kegiatan praktikum, saya yang kebagian mencatat tiap reaksi yang ditimbulkan dari hasil percobaan benar-benar membutuhkan konsentrasi & fokus total, sebab jika salah mencampurkan zat bisa-bisa jadi tragedi bom bunuh diri..:-)




Oke, ini dia percobaan yang kelompok kami lakukan di kampus tadi :

Percobaan 1.1:

 Memanaskan beberapa potong lilin ke dlm tabung reaksi dgn penangas air, kemudian saat potongan2 lilin berubah, diangkat dan dicelupkan tabung reaksinya ke dlm air dingin. Yang terjadi : Selama 2 menit dipanaskan lilin mencair, cairan berwarna bening.

 Memasukkan 1 sendok NaCl ke dlm gelas kimia yg telah diisi air, kemudian diaduk. Yang terjadi : Saat dicampurkan air, cairan berwarna bening, kemudian saat dipanaskan selama 1 menit terdapat titik2 embun/uap pada tutup atas cawan petri. Semakin lama pemanasan semakin banyak dan cepat terbentuk titik embun/uapnya. Kemudian saat didinginkan, uap/titik embun tadi kembali menjadi cair (air) seperti semula, namun NaCl-nya telah melebur bersama air.






Percobaan 2.2:

 Menambahkan 3 mL larutan kalium iodida 0,1 M ke dalam tabung reaksi yang berisi 2 mL larutan timbal (II) nitrat 0,1 M. Yang terjadi : Setelah dicampurkan, terjadi perubahan warna. Pada awalnya kalium iodida berwarna kuning cerah dan timbal (II) nitrat berwarna putih bening. Setelah dicampur, membentuk warna kuning pekat dan terdapat pengendapan.

 Menambahkan beberapa tetes larutan asam klorida 1 M (memakai pipet tetes) ke dalam tabung reaksi yang berisi 1 mL larutan kalium kromat 0,1 M. Yang terjadi: Pada awalnya larutan asam klorida berwarna putih bening dan larutan kalium kromat berwarna kuning. Setelah dicampur, membentuk warna kuning terang. Suhu tetap.

 Memasukkan sebutir kecil batu pualam ke dalam tabung reaksi yang berisi 2 mL larutan asam klorida 1 M. Yang terjadi: Batu pualam mengeluarkan buih (seperti soda) dan kemudian melebur. Warna cairan putih, suhu hangat, dan terdapat pengendapan.

 Menambahkan beberapa tetes larutan natrium hidroksida 1 M (memakai pipet tetes) ke dalam tabung reaksi berisi 2 mL larutan amonium klorida 1 M. Kemudian mengibaskan udara di atas tabung reaksi ke arah hidung. Yang terjadi : Setelah dicampur, warna cairan tetap bening, namun cairan mengeluarkan bau seperti bau pesing.

 Tabung reaksi 2 buah diisi masing-masing 3 mL larutan asam klorida 1 M. Kemudian menggenggam kedua tabung reaksi dan merasakan suhu kedua larutan. Setelah selesai, kedua tabung berisi 3 mL larutan asam klorida 1 M tadi masing-masing ditambahkan larutan natrium hidroksida 1 M. Yang terjadi : Setelah mengalami pencampuran, suhu larutan menjadi hangat/panas.





TEORI DASAR :

Dari hasil praktikum kelompok kami, saya dapat menarik atau menyimpulkan teori dasar dari Perubahan Materi.
Materi adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi yang juga disebut sebagai zat atau benda, dapat diamati dengan panca indera, misalnya warna, wujud, kekerasan, rasa, bentuk, bau, kelarutan, korosif, dan terbakar.

Setiap materi akan berubah jika diberikan suatu perlakuan. Perlakuan ini akam menimbulkan perubahan terhadap materi. Perubahan ini ada yang bersifat sementasa dan tidak menghasilkan zat baru yang disebut perubahan fisika, dan yang bersifat tetap serta menghasilkan zat baru yang disebut perubahan kimia (reaksi kimia).

Pada perubahan fisika tidak terjadi perubahan komposisi zat dan sifat kimianya. Perubahan fisika lebih kita kenal sebagai perubahan wujud zat. Pada perubahan wujud zat, tidak ada zat baru yang terbentuk. Zat tersebut meski telah berubah wujudnya tetapi masih mempunyai rumus molekul kimia yang sama.
Sebab-sebab terjadi perubahan fisika: penerimaan panas oleh zat, pelepasan panas oleh zat, pencampuran zat tanpa membentuk zat baru, pemotongan atau pembelahan zat.

Macam-macam perubahan fisika :
 Mencair : perubahan wujud zat dari padat ke cair.
 Menguap : perubahan wujud zat dari cair ke gas.
 Menyublim : perubahan wujud zat dari gas ke padat/sebaliknya.
 Mengembun : perubahan wujud zat dari gas ke cair.
 Membeku : perubahan wujud zat dari cair ke padat.

Sedangkan untuk perubahan kimia, ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung lambat. Kecepatan reaksi (perubahan) kimia dapat diketahui dengan mengukur sesuatu yang berubah terhadap waktu. Untuk suhu reaksi, semakin tinggi suhu, semakin cepat pula partikel pereaksi bergerak, akibatnya tumbukan antar partikel semakin sering sehingga mempercepat reaksi (perubahan) kimia.

Secara umum, makin besar konsentrasi pereaksi, makin cepat suatu reaksi berlangsung. Hal ini berkaitan dengan jarak antar partikel pada pereaksi. Makin besar konsentrasi pereaksi, maka jarak antar partikel pereaksi makin dekat. Semakin luas permukaan sentuh, makin cepat kecepatan reaksi. Selain itu, katalis berperan dalam mempengaruhi kecepatan reaksi (tetapi katalis tidak ikut bereaksi).

Perubahan kimia ditandai dengan:
 Perubahan warna.
 Perubahan suhu.
 Timbulnya endapan.
 Timbulnya gas.
 Perubahan bau.
 Perubahan pH.

Hooaaaaahaaaaeeeem...... Ngantuk nehh.. Dah dulu ya ngetiknya teman-teman/pembaca, mao tidur dulu, nebus utang..
Gud naigh(^_^)

Template by : Software and Symbian Mobile